Panduan Praktis: Cara Menghitung Iuran BPJS Ketenagakerjaan Terbaru

Memahami cara menghitung iuran BPJS Ketenagakerjaan sangat penting bagi pekerja (Penerima Upah/PU) dan pengusaha. Iuran ini merupakan kewajiban bersama untuk memastikan pekerja mendapatkan perlindungan sosial yang memadai.

Iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja formal mencakup beberapa program. Secara umum, total iuran didasarkan pada persentase dari upah bulanan karyawan (gaji pokok dan tunjangan tetap). Pembagiannya adalah sebagian ditanggung oleh perusahaan (pemberi kerja) dan sebagian lagi dipotong dari gaji karyawan.

cara menghitung iuran BPJS ketenagakerjaan yang benar dan terbaru

Contohnya, untuk program Jaminan Hari Tua (JHT), total iuran adalah 5,7% dari upah, dengan rincian 3,7% dibayar perusahaan dan 2% dipotong dari gaji pekerja. Untuk Jaminan Pensiun (JP), totalnya 3%, di mana 2% ditanggung perusahaan dan 1% oleh pekerja.

Sementara itu, iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan. Penting untuk dicatat bahwa ada batas atas upah yang menjadi dasar perhitungan iuran, terutama untuk program Jaminan Pensiun. Memastikan perhitungan dan pembayaran iuran yang benar adalah kunci agar manfaat perlindungan sosial dapat diterima secara optimal.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak